Sekilas mengenai kromosom
Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai kromosom yang berfungsi untuk menahan gen dalam sel. Sedangkan gen sendiri berfungsi untuk memberikan karakteristik medis dan fisik bagi kita, seperti warna rambut, warna pupil mata, golongan darah ataupun daya tahan tubuh terhadap suatu penyakit tertentu.
Kromosom manusia sendiri berjumlah 46 buah atau 23 pasang. Dan untuk membantu mengidentifikasinya maka pasangan kromosom tersebut diberi nomor dari 1-22, sedangkan untuk pasangan kromosom terakhir yang merupakan kromosom jenis kelamin diberi nama kromosom X dan Y. Kromosom jenis kelamin ini nantinya akan menentukan apakah seorang individu tersebut berjenis kelamin perempuan (mempunyai kromosom XX) ataupun laki-laki (mempunyai kromosom XY).
Kromosom X Kromosom X merupakan salah satu dari 2 kromosom jenis kelamin pada manusia. Kromosom X ini terdapat pada 1 dari 23 pasang kromosom lainnya di setiap sel manusia. Kromosom X terdiri dari sekitar 155 juta DNA dan itu kurang lebih menggambarkan 5 % dari total jumlah DNA didalam sel.
Setiap orang normalnya akan mempunyai setidaknya 1 kromosom X didalam setiap selnya, dimana perempuan mempunyai 2 kromosom X sedangkan laki-laki mempunyai 1 kromosom X dan 1 kromosom Y. Pada saat perkembangan embrio pada janin perempuan, salah satu kromosom X tersebut secara acak dan permanen di non aktifkan di sel somatic (sel yang selain sel sperma dan sel telur). Fenomena ini disebut dengan inaktivasi X atau lyonisasi. Inaktivasi salah satu kromosom X ini bertujuan untuk membuat kromosom X yang aktif di tubuh wanita hanya berjumlah 1 saja seperti pada pria. Karena inaktivasi kromosom X ini bersifat acak, maka bisa saja pada suatu sel, yang aktif adalah Kromosom X yang didapat dari sel ayah, sedangkan di sel lain yang aktif adalah kromosom X yang didapat dari sel ibu.
Untuk proses identifikasi gen yang terdapat pada kromosom merupakan penyelidikan yang masih berlanjut pada ilmu genetika dan karena para peneliti bisa memiliki metode yang berbeda maka jumlah pasti dari gen juga bisa berbeda. Diperkirakan kromosom X ini mengandung 900-1400 gen.
Kromosom Y
Kromosom Y merupakan kromosom yang hanya terdapat pada laki-laki dan terdiri dari sekitar 58 juta DNA yang menggambarkan kurang lebih 2 % dari total DNA dalam sel. Sama seperti pada kromosom X, karena para peneliti juga dapat mempunyai metode yang berbeda untuk proses identifikasi gen dalam kromosom Y ini, maka jumlah pasti gennya juga dapat berbeda, tetapi diperkirakan dalam kromosom Y ini mengandung antara 70-200 gen.
Karena kromosom Y ini hanya dimiliki oleh laki-laki, maka kromosom ini sepertinya mengandung gen yang berfungsi untuk penentuan dan perkembangan jenis kelamin laki-laki. Jenis kelamin ini sendiri ditentukan oleh gen SRY yang berfungsi untuk membuat janin menjadi berjenis kelamin laki-laki, sedangkan gen lain yang terdapat pada kromosom Y berfungsi dalam hal kesuburan laki-laki.
Dapatkah memilih kromosom jenis kelamin tertentu ?
Memilih jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan memang dapat dilakukan saat ini, berkat kemajuan ilmu kedokteran dalam terapi kesuburan yang memungkinkan dokter untuk dapat mengidentifikasi embrio dari jenis kelamin tertentu. Akan tetapi metode-metode ini terkadang tidak sama dalam hal efektifitas, ketersediaan ataupun biayanya.
Berikut adalah beberapa metode yang dapat digunakan untuk memilih jenis kelamin bayi :
Preimplantation genetic diagnosis (PGD)
Merupakan teknik fertilisasi, dimana embrio diciptakan di luar rahim, sehingga dapat dilakukan tes untuk melihat ada/tidaknya kelainan genetik ataupun untuk memilih jenis kelamin tertentu. Di UK, PGD ini diatur secara ketat dan hanya boleh dilakukan untuk membantu pasangan ataupun individu yang mempunyai kelainan genetik serius seperti hemophilia ataupun cystic fibrosis. Teknik ini dilakukan supaya anak yang dilahirkan kelak tidak memiliki resiko untuk memiliki kelainan genetik yang sama seperti pada orang tuanya. Pemilihan jenis kelaminnya sendiri dilakukan untuk memilih embrio yang tidak mewarisi penyakit tertentu, yang biasanya diwarisi oleh anak laki-laki ataupun perempuan. Seperti misalnya pada penyakit Duchenne muscular dystrophy yang hanya mempengaruhi laki-laki. Efektifitas dari teknik ini 100 % efektif.
Ericsson
Metode ini merupakan teknik penyortiran sperma untuk memisahkan sperma yang berenang lebih cepat (sperma yang menghasilkan anak laki-laki) dengan sperma yang berenang lebih lambat (sperma yang menghasilkan anak perempuan). Kemudian jenis sperma yang diinginkan akan disuntikkan langsung ke dalam rahim melalui metode inseminasi buatan. Efektifitas dari metode ini adalah 78-85 % efektif dalam hal pemilihan anak laki-laki dan 73-75 % efektif dalam hal pemilihan anak perempuan.
Cara lain memilih anak laki-laki atau perempuan
Selain dari kedua metode tersebut di atas, ada cara lain yang dapat dilakukan untuk memilih jenis kelamin anak anda. Cara yang tidak memerlukan bantuan laboratorium ini non invasive, lebih hemat biaya serta dapat dilakukan di rumah sendiri, walaupun memang efektifitasnya tidak seakurat kedua cara tersebut di atas. Untuk lebih mengetahui mengenai cara tersebut dapat dilihat pada artikel selanjutnya yang berjudul : Cara Mudah untuk Mendapatkan Anak Laki-laki ataupun Perempuan